Matematika dan Kearifan Lokal

Authors

Ja'faruddin
State University of Makassar image/svg+xml

Synopsis

Chapter ini menjelaskan bahwa matematika sebenarnya adalah bagian dari budaya kita sehari-hari, bukan cuma rumus sulit di sekolah. Matematika lahir karena manusia butuh cara untuk menghitung hasil panen, mengukur tanah, dan membuat bangunan. Lewat ilmu yang disebut etnomatematika, kita bisa melihat bahwa pola pada kain batik, bentuk rumah adat, hingga cara membuat anyaman ketupat sebenarnya menggunakan prinsip matematika yang cerdas. Tulisan ini menyimpulkan bahwa sebuah tradisi bisa dianggap mengandung matematika jika ada barangnya, ada kegiatan berhitung atau mengukurnya, dan ilmunya diajarkan turun-temurun. Dengan menghubungkan pelajaran di sekolah dengan budaya lokal, siswa akan lebih mudah paham dan merasa bahwa matematika itu nyata serta bermanfaat bagi kehidupan mereka.

Published

March 30, 2026

How to Cite

Ja'faruddin. (2026). Matematika dan Kearifan Lokal . In Asdar (Ed.), Matematika dan Kearifan Lokal (pp. 1-20). Penerbit AGMA. https://book.penerbitagma.my.id/index.php/agma/catalog/book/11/chapter/17