Additional Menu
Anggota IKAPI
No. 054/SSL/2023
Template Buku (Unesco)
Buku "Discover the Unseen Corners of the City" mengajak pembaca untuk menelusuri sisi-sisi Kota Makassar yang kerap luput dari perhatian, namun memegang peranan vital dalam membentuk identitas kota. Narasi dimulai dengan melihat transformasi Makassar dari masa kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo sebagai pusat perdagangan maritim internasional hingga menjadi kota metropolitan terbesar di Kawasan Timur Indonesia saat ini yang menyeimbangkan modernisasi dengan pelestarian sejarah.
Penulis membawa pembaca dalam perjalanan visual dan naratif melintasi berbagai situs bersejarah dan cagar budaya. Jejak kolonial dan kerajaan terekam jelas dalam pembahasan mengenai Benteng Rotterdam yang utuh, Benteng Somba Opu sebagai pusat niaga masa lalu, serta Museum La Galigo dan Balla Lompoa yang menyimpan memori kebesaran budaya Gowa. Buku ini juga mengangkat arsitektur vernakular melalui Rumah Panggung Pesisir Tallo yang beradaptasi dengan lingkungan maritim.
Sisi spiritual dan keberagaman kota digambarkan melalui ikon-ikon religius lintas zaman dan keyakinan, mulai dari Masjid Tua Katangka sebagai simbol awal Islam , Klenteng Ibu Agung Bahari yang merefleksikan budaya Tionghoa pesisir, Gereja Katedral yang bersejarah , hingga ikon modern Masjid 99 Kubah karya Ridwan Kamil.
Selain itu, buku ini merekam jejak perjuangan bangsa melalui monumen-monumen penting seperti Monumen Mandala, Monumen Korban 40.000 Jiwa, dan Taman Makam Pahlawan Panaikang. Dinamika sosial ekonomi masyarakat pesisir juga diangkat melalui aktivitas di Pelabuhan Paotere dan Pantai Losari, serta kawasan modern Centre Point of Indonesia (CPI).
Sebagai penutup yang menggugah selera, buku ini menyajikan kekayaan kuliner legendaris Makassar. Pembaca diperkenalkan pada sejarah dan kelezatan hidangan khas seperti Coto Makassar, Pallubasa, Sop Konro, Mie Titi, hingga jajanan manis seperti Pisang Ijo, Jalangkote, Pisang Epe, dan Kue Buroncong. Buku ini bukan sekadar panduan wisata, melainkan sebuah dokumentasi memori kolektif tentang wajah Makassar yang autentik
Abbas, I. (2010). Arsitektur tradisional Sulawesi Selatan. Balai Pelestarian Nilai Budaya.
Abbas, N. (2005). Benteng Rotterdam berdasarkan kajian perkembangan benteng kolonial di Indonesia. Berkala Arkeologi, 25(1), 46–52.
Abidin, A. Z. (2020). Sejarah Islam dan kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan. Pustaka Refleksi.
Ahmadin. (2017). Kekerasan kolonial Belanda di Sulawesi Selatan 1946-1947. Attoriolong: Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah, 15(2), 45–60.
Amiruddin, A. (2021). Dampak lingkungan reklamasi pantai di kawasan CPI Makassar. Universitas Hasanuddin Press.
Andaya, L. Y. (2020). The heritage of Arung Palakka: A history of South Sulawesi. University of Hawai‘i Press.
Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan. (2022). Balla Lompoa sebagai cagar budaya Kerajaan Gowa. BPCB Sulsel.
Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan. (2023). Bangunan bersejarah keagamaan di Kota Makassar. BPCB Sulsel.
Bochary, L. (2016). Analisa kinerja dermaga pelabuhan rakyat Paotere, Sulawesi Selatan. Journal Riset dan Teknologi Kelautan.
Buhari, G., Pramitasari, D., & Saifullah, A. (2022). Persepsi wisatawan terhadap kualitas produk wisata: Fort Rotterdam di Makassar. SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur, 19(1).
Daeng, A. (2020). Sejarah ruang publik pesisir Makassar. Pustaka Maritim.
Departemen Sosial Republik Indonesia. (2020). Taman makam pahlawan sebagai warisan nasional. Kementerian Sosial RI.
Dinas Kebudayaan Kota Makassar. (2023). Pelestarian gedung kesenian dan bangunan cagar budaya Makassar. Dinas Kebudayaan Kota Makassar.
Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan. (2023). Koleksi dan peran Museum La Galigo dalam pelestarian budaya. Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan.
Djafar, S. (2023). Analisis fungsi dan pemanfaatan pangkalan pendaratan ikan (PPI) Paotere Kota Makassar. Jurnal Manajemen Pesisir (JMPi).
Gallop, A. T. (2019). The legacy of Makassan–Gowa civilization. Archipel.
Handinoto. (2020). Arsitektur kolonial Belanda di Indonesia. Andi.
Heidhues, M. S. (2021). Southeast Asia and the Chinese diaspora. Routledge.
Heuken, A. (2021). Ensiklopedia Gereja Katolik Indonesia. Yayasan Cipta Loka Caraka.
JAWI. (2023). Transformasi Benteng Somba Opu dari bandar niaga ke objek wisata sejarah. Jurnal Analisis Wisata dan Sejarah Islam.
Kamil, R. (2020). Arsitektur simbolik dalam perancangan ruang publik Islam. Mizan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2019). Benteng Somba Opu Sulawesi Selatan. Kemendikbud RI.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2021). Pedoman pengelolaan dan pelestarian taman makam pahlawan. Kemensos RI.
Keuskupan Agung Makassar. (2021). Sejarah Keuskupan Agung Makassar. KAMS.
Keuskupan Agung Makassar. (2022). Pemulihan dan renovasi Gereja Katedral Makassar pasca 2021. KAMS.
Kurniawan, A. (2023). Arsitektur kontemporer dan simbolisme warna pada masjid modern Indonesia. Jurnal Arsitektur Islam, 7(2), 85–97.
Lev, D. S. (2020). Hukum dan politik di Indonesia. LP3ES.
Lombard, D. (2020). Nusa Jawa: Silang budaya (Vol. 3). Gramedia.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2021). Sejarah dan perkembangan peradilan umum di Indonesia. Mahkamah Agung RI.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2022). Cetak biru pembaruan peradilan 2010–2035. Mahkamah Agung RI.
Mattulada. (1985). Latoa: Satu lukisan analitis terhadap antropologi politik orang Bugis. Hasanuddin University Press.
Nasruddin, N. (2020). Monumen sebagai media pembelajaran sejarah lokal di Sulawesi Selatan. Pangadereng: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(1), 23–34.
Nur, H. (2016). Rumah tradisional pesisir Makassar: Adaptasi lingkungan dan perubahan sosial. WALASUJI, 7(2).
Osmaleli, O., Andriyanto, M. I., Kusumastanto, T., & Rismawati, W. (2022). Stakeholders analysis of fish landing at Paotere fishing port in Makassar City. Coastal and Ocean Journal.
Pelras, C. (1996). The Bugis. Blackwell Publishers.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. (2022). Peresmian tahap pertama Masjid 99 Kubah Makassar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Pratiwi, Z. A., Jumadi, & Ahmadin. (2020). Pedagang kaki lima di Pelabuhan Paotere Kelurahan Gusung, Kota Makassar 2001–2019. Attoriolong: Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah.
Prijotomo, J. (2021). Arsitektur Nusantara: Rumah, makam, dan simbol kekuasaan. ITS Press.
Putra, R., & Rahman, F. (2023). Arsitektur gereja kolonial dan adaptasi iklim tropis di Indonesia Timur. Jurnal Arsitektur dan Sejarah Kota, 8(1), 55–69.
Putra, R., & Rahman, F. (2023). Masjid bersejarah dan simbolisme arsitektur Islam di Sulawesi Selatan. Jurnal Arsitektur Nusantara, 9(2), 101–115.
Putra, R., & Rahman, F. (2024). Arsitektur klenteng dan identitas budaya Tionghoa di kota-kota pesisir Indonesia. Jurnal Arsitektur Nusantara, 10(1), 67–82.
Putra, R., & Rahman, F. (2024). Masjid modern sebagai landmark kota pesisir. Jurnal Sejarah dan Arsitektur Indonesia, 10(1), 45–58.
Rahim, R., & Nur, A. (2021). Penataan permukiman di kawasan Benteng Somba Opu. Jurnal Wilayah dan Kota Madani.
Rahman, M. (2022). Transformasi ruang pesisir Makassar melalui pengembangan CPI. Jurnal Tata Kota, 14(1).
Rahman, M. (2022). Transformasi sosial Pantai Losari sebagai ruang publik kota. Jurnal Kota dan Masyarakat, 8(1).
Said, F. (2021). Perkembangan kawasan waterfront Makassar dan integrasi Pantai Losari–CPI. Jurnal Perencanaan Wilayah, 10(2).
Said, F. (2022). Perencanaan waterfront city berbasis ketahanan pesisir. Jurnal Perencanaan Wilayah, 9(2).
Setiawan, A. (2012). Revitalisasi kawasan Benteng Fort Rotterdam dalam upaya peningkatan kualitas ruang sebagai image Kota Makassar. RUANG: Jurnal Arsitektur, 4(1), 1–16.
Steenbrink, K. (2020). Katolik di Indonesia: Sejarah dan perkembangan. Kanisius.
Suryadinata, L. (2020). Etnis Tionghoa dan nasionalisme Indonesia. LP3ES.
Syarifuddin. (2014). Peristiwa Westerling dan pembantaian 40.000 jiwa di Sulawesi Selatan. WALASUJI: Jurnal Sejarah dan Budaya, 5(1), 67–82.
Utami Ilmi, A. F. (2021). Memory making: H. M. Soeharto dalam Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat di Makassar. WALASUJI: Jurnal Sejarah dan Budaya, 12(1).
Yusuf, R. (2019). Revitalisasi ruang terbuka publik di Pantai Losari. Bappeda Sulsel.
Yusuf, R. (2020). Dinamika pembangunan Kota Makassar: Studi kasus CPI. Bappeda Sulsel.
No. 054/SSL/2023
Penerbit AGMA by:


Editorial Officer
Jl. Dirgantara, Kel. Mangalli, Kec. Pallangga, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan. 92161.
Telp: (0411) 8201421, HP/WA: 081355428007.
e-mail: redaksi@penerbitagma.my.id, website: book.penerbitagma.my.id/index.php/agma
Penerbit AGMA is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.